Sabtu, 01 November 2014

Pendidikan Karakter

23.54 By




ARTIKEL


PENDIDIKAN KARAKTER


Cara untuk meningkatkan kualitas dari Pendidikan Karakter bangsa

RUMUSAN MASALAH
       Penulis telah menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam artikel ini sebagai batasan dalam pembahasan bab isi.

FOKUS MASALAH
a. Apa pengertian pendidikan karakter
b. Bagaimana Contoh program pendidikan karakter
c. Bagaimana peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa
                 IDENTIFIKASI MASALAH
Penguatan pendidikan moral atau pendidikan karakter disaat sekarang sangat diperlukan untuk mengatasi krisis moral yang sedang melanda negeri kita. Krisis tersebut antara lain berupa meningkatnya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kejahatan terhadap teman, pencurian antar remaja, penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan perusakan milik orang lain sudah menjadi sosial yang hingga saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, oleh kaena itu betapa pentingnya pendidikan karakter
TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan dalam penulisan artikel ini sebagai berikut
  • Untuk mengetahui apa itu pendidikan karakter
  • Untuk mengetahui contoh nilai-nilai pendidikan karakter
  • Untuk mengetahui peran pendidikan karakter dalam membangun kemajuan bangsa

MANFAAT PENULISAN
Bisa dijadikan sebagai bahan kajian belajar dalam rangka meningkatkan dalam proses pembelajaran karakter diri sendir pada khususnya dan meningkatkan kualitas pendidikan karakter bangsa pada umumnya.         
LANDASAN TEORI
-Pengertian karakter
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indoensia Karakter adalah Sifat – sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dari yang lain
-  Menurut (Ditjen Mandikdasmen – Kementerian Pendidikan Nasional) karakter adalah cara berfikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
-Pengertian pendidikan
Berdasarkan (UU SISDIKNAS No 20 tahun 2003) adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
-Pengertian pendidikan karakter
Pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang menanamkan nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai – nilai baik terhadap Tuhan YME, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa. Sementar itu menurut Lickona pendidikan karakter adalah suatu usaha yang disengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai – nilai etika yang inti

OPINI & FAKTA

Opini : Pemerintah adalah sebagai kontrol dunia pendidikan karena dari sinilah masa depan bangsa di tentukan, guru sebagai pendidik sudah sepantasnya dapat menentukan metode yang paling tepat untuk mendidik para siswanya melalui pendekatan psikologis agar tercipta suasana belajar yang nyaman dan kekeluargaan dan yang terakhir adalah orang tua sebagai orang terdekat dan merupakan tempat pertama seorang anak mengenal lingkungan hendaknya memberikan contoh yang positif dalam keseharian baik dalam bentuk sikap maupun komunikasi

Fakta : Pendidikan karakter sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tetapi di rumah dan lingkungan social. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Karakter merupakan nilai-nilai manusia yang berhubungan dengan tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesame manusia dan lingkungan. Perbuatan berdasarkan norma-norma agama, hokum, tata karma, budaya dan adat istiadat.

PEMBAHASAN

Pendidikan karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga sekolah yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap tuhan Yang Maha Esa (yme), diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia berkarakter yang baik

Nilai-nilai Pembelajaran Berkarakter
Jenis-jenis nilai karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik di kelas yaitu :
Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Diri Sendiri:
- Jujur
- Bertanggung jawab
- Hidup sehat
- Disiplin
- Kerja Keras
- Percaya Diri
- Berjiwa Wira usaha
- Berpikir logis, kritis, kreatif, inovatif
- Mandiri
- Ingin tahu
- Cinta Ilmu
Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Sesama:
- Sadar akan hak dan kewajiban diri dan orang lain
- Patuh pada aturan-aturan sosial
- Menghargai karya dan prestasi orang lain
- Santun
- Demokratis
Nilai karakter dalam hubungannya dengan Kebangsaan:
- Nasionalis
- Menghargai Keberagaman
Nilai Karakter dalam Hubungannya dengan Lingkungan:
- Peduli Sosial dan Lingkungan
Nilai Karakter dalam Hubunganya dengan Tuhan:
- Religius
- taqwa



PERAN PENDIDIKAN KARAKTER
       Dunia pendidikan adalah sebagai instrumen penting sekaligus sebagai penentu maju mundurnya sebuah bangsa dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk memfasilitasi perkembangan pendidikan karakter. Keduanya merupakan satu kesatuan yang seharusnya berjalan seiring dan berimbang karena seperti yang sudah diungkapkan pada bab pendahuluan bahwa kesuksesan seseorang 80% ditentukan dari karakteristik seseorang apakah mampu mengelola potensi yang dimiliki serta mampu mengelola orang lain. Makna dari mengelola tentunya bersifat psoitif yaitu mampu bekerjasama dan mengimplementasikan potensi yang dimiliki dalam sebuah tindakan yang kreatif.
      Kemajuan suatu bangsa tidak akan tercapai hanya dengan tersedianya sumber daya alam yang melimpah dan orang – orang cerdas tanpa didukung dengan kepribadian yang positif. Di sinilah peran pendidikan karakter menjadi sangat penting untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif dan berpepribadian yang luhur agar mampu mengelola sumber kekayaan alam sesuai dengan semestinya yaitu untuk membangun sebuah bangsa yang tidak hanya maju secara ekonomi atau tangguh dalam militer akan tetapi tidak mencerminkan bangsa yang bermartabat melainkan menjadi bangsa yang besar, mandiri dalam segala aspek dan bangsa yang berbudaya luhur dan bermartabat.

Pendidikan karakter sebaiknya di tanamkan dalam diri anak pada usia dini. Karena sesuatu yang sudah di biasakan mulai dari kecil, akan menjadi penentu sikap anak kelak supaya tidak ikut-ikutan gaya atau tindakan yang berbau negatif dan memiliki sifat kejujuran serta budi pekerti yang luhur.
UU 20 2003 tentang Sisdiknas menyatakan bahwa Pendidikan Nasional Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Berangkat dari hal tersebut diatas, secara formal upaya menyiapkan kondisi, sarana/prasarana, kegiatan, pendidikan, dan kurikulum yang mengarah kepada pembentukan watak dan budi pekerti generasi muda bangsa memiliki landasan yuridis yang kuat. Namun, sinyal tersebut baru disadari ketika terjadi krisis akhlak yang menerpa semua lapisan masyarakat. Tidak terkecuali juga pada anak-anak usia sekolah. Untuk mencegah lebih parahnya krisis akhlak, kini upaya tersebut mulai dirintis melalui pendidikan karakter bangsa. Dalam pemberian pendidikan karakter bangsa di sekolah, para pakar berbeda pendapat. Setidaknya ada tiga pendapat yang berkembang. Pertama, bahwa pendidikan karakter bangsa diberikan berdiri sendiri sebagai suatu mata pelajaran. Pendapat kedua, pendidikan karakter bangsa diberikan secara terintegrasi dalam mata pelajaran pkn, pelajaran agama dan mata pelajaran lain yang relevan. Pendapat ketiga, pendidikan karakter bangsa terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran.

KESIMPULAN

Dari pembahasan di atas penulis dapat menyimpulkan beberapa hal yang mencakup tentang pendidikan karakter yaitu bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga dan lembaga pendidikan adalah sebagai motor penggerak untuk pengembangan pendidikan karakter melalui berbagai program baik itu yang ditujukan kepada para pengajar maupun kepada para anak didik atau siswa.

Pendidikan karakter suatu sistem untuk menanamkan nilai nilai kpribadian yang luhur yang meliputi hubungan terhadap diri sendiri, terhadap lingkungan sekitar dan hubungan terhadap Tuhan YME dimana semua itu terbentuk dari sebuah pemahaman terhadap apa yang dilihat, dirasa, dan didengar.

Tujuan dari pendidikan karakter adalah untuk meningkatkat kualitas dari pendidikan itu sendiri untuk menciptakan manusia yang cerdas, kreatif , berahlak dan memiliki kepribadian yang positif agar mampu mengelola dan mengambil peran dalam membangun bangsa yang bermartabat.



DAFTAR PUSTAKA

·        Ahmadi, Abu.  1991.  Ilmu pengantar pendidikan.  Jakarta : Rineka Cipta.
·        Abu ihsan, manto.  Masalah pendidikan di Indonesia penyebab dan solusinya. April 2011.
·        Buchori, Mochtar.  1994.  Spektrum problematika pendidikan di Indonesia.  Yogyakarta : Tiara Wacana.
·        Detiknews.  Buruknya kualitas manusia Indonesia.  21 november 2011.
·        Ebekunt.  Masalah efisiensi, efektifitas, dan relevansi pendidikan dalam perspektif manajemen pendidikan.  14 april 2009.
·        Suyanto dan abbas. 2001.Wajah dan dinamika pendidikan anak bangsa.   Yogyakarta : Adicita Karya Nusa.

2 komentar:

  1. daftar isi, kata pengantar tdk perlu diterbitkan, kedua buat readmore artikelnya..serta modifikasi/percantik blog nya

    BalasHapus